Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

7 Strategi Kaya Tung Desem Waringin

Untuk menjadi kaya kita tidak hanya butuh pemasukan yang besar, tetapi kita juga butuh strategi pengelolaan keuangan yang bagus.
Berapa banyak orang dengan pemasukan besar tetapi tidak menyisakan apa-apa dalam hidupnya. Karena biasanya, semakin besar pemasukan akan cenderung semakin besar pula pengeluaran dan kebutuhan hidupnya…
Nah, berikut 7 Strategi Keuangan Untuk Menjadi KAYA seperti dikutip dari akun Twitter Tung Desem Waringin (@TungDW) :
1. HARGAILAH, Mulailah menghargai setiap Rp yg Anda dapat dg mengatur uang dg Rapi di Dompet dan Simpan ditempat yg Aman.
2. KONTROLLAH, Tulis semua pengeluaran Anda setiap harinya di akhir hari, untuk membuat Evaluasi harian.
3. TABUNGLAH, Mulailah menabung 10% dari pendapatan Anda setiap menerima Pendapatan/sebelum di belanjakan.
4. INVESTASIKAN, sblm memilih instrumen investasi Anda, awalnya Anda bisa berinvestasi di Pengetahuan agar makin memahami Dunia Investasi.
5. HASILKANLAH, Ciptakan Aliran2 pendapatan yg lain, jika pendapatan yg ada saat ini tidak mencukupi FINANCIAL GOAL Anda.
6. LINDUNGILAH, uang Anda dg mempelajari kemungkinan2 pengurangan pajak secara legal.
7. BERBAGILAH, Alokasikan minimal 10% dari uang Anda untuk amal, sedekah, perpuluhan dll
Semoga 7 tips di atas bisa kita praktikkan, dan bisa jadi penyemangat baru di senin pagi hari ini, selamat menjadi KAYA.

Leia Mais >>

Definisi Marketing Menurut Tung Desem Waringin

Definisi Ilmu Marketing menurut (Tung Desem Waringin) yaitu ilmu menyampaikan penawaran kepada target market sehingga terjadi penjualan yang berkesinambungan.

Sedangkan, definisi marketing revolution menurut Tung Desem Waringin adalah, yang namanya revolution itu berarti besar dan cepat (breakthrough). Jadi ilmu marketing revolution adalah:

Ilmu menyampaikan penawaran kepada target market sehingga terjadi Peningkatan Penjualan yang Berkesinambungan secara CEPAT dan BESAR.
Untuk terjadi penjualan berkesinambungan pasti syaratnya adalah pembeli maupun penjual untung. Andaikan hanya penjual yang untung, namun pembeli rugi, si pembeli pasti kapok dan tidak mau beli lagi. Sedangkan, jika hanya pembeli yang untung dan penjual rugi, maka penjual akan semakin rugi dan tidak bisa berjualan lagi.

Tantangan pertama ilmu Marketing Revolution adalah bagaimana menciptakan penawaran yang begitu menarik dan bisa dipercaya sehingga calon pembeli akan berkata kepada diri sendiri, "Saya goblok kalau tidak mau beli", atau "Saya sungguh beruntung bisa beli."

Tantangan kedua Ilmu Marketing Revolution adalah bagaimana menyampaikan penawaran yang begitu menarik dan bisa dipercaya kepada calon pembeli yang tepat. Misalnya, Anda menawarkan Mercedes Benz S-Class dengan harga yang sangat murah, 50 persen di bawah harga pasar dan masih berhadiah dua kursi pijat Osim senilai Rp100 juta sekaligus plus tukang pijatnya tetapi Anda menawarkan kepada pengemis di pinggir jalan, bisa jadi yang bersangkutan hanya tertawa.

Namun, jika pengemis ini berjiwa pengusaha atau pernah ikut seminar atau membaca dan mempraktikkan isi buku Marketing Revolution, bisa jadi dia adalah calon pembeli yang tepat. Karena dia akan melakukan paraktik makelar.

Lalu apa perbedaan Marketing Klasik (Classic) dengan Marketing Revolution? Perbedaannya adalah, Marketing Klasik itu memakai aturan Tata Krama dan Urut-urutan. Sedangkan Marketing Revolution tidak pakai Tata Krama, atau Bebas dari Aturan (Yang terpenting adalah laku).

Kembali lagi, kita harus Open Mind. Maksudnya adalah Anda jangan hanya memakai satu aturan saja. Namun Anda juga menggunakan peraturan yang lainnya karena juga sangat bermanfaat jika Anda gunakan. Semoga bermanfaat

Leia Mais >>

  ©Mindfreak Plus - Mind Freak Plus

Template Modifikasi Power Inverter DC ke AC | Topo